Senin, 24 Maret 2014

Teori Ekologi bronfenbrenner



Kelompok 3



Gigih Mentari                             13.010
Zelita Almira Br. Sembiring          13.060
Alia Shinta Dewi                         13.094
Putri Nova Sari                           13.110
Kisha Dwi Putri                           13.140

Teori Ekologi Bronfenbrenner

Teori Ekologi Bronfenbrenner menjelaskan bahwa perkembangan kanak-kanak dipengaruhi oleh hubungan interaksi antar lingkungan. Teori ini juga berfokus pada konteks sosial di mana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhinya. Urie Bronfenbrenner membagi teori ekologi ke dalam 5 sisitem lingkungan,yaitu:
1.Mikrosistem
2.Mesosistem
3.Eksosistem
4.Makrosistem
5.Kronosistem
Nah,sekarang Saya akan membahasnya satu persatu serta mengaitkannya dengan pengalaman hidup Saya.
Mikrosistem adalah setting dimana individu menghabiskan banyak waktu. Beberapa konteks dalam sistem ini antara lain adalah keluarga, teman sebaya, sekolah, dan tetangga. Dalam mikrosistem ini, individu berinteraksi langsung dengan orang tua, guru, teman seusia, dan orang lain. Manurut Bronfenbrenner, murid bukan penerima pengalaman secara pasif di dalam setting ini, tetapi murid adalah orang yang berinteraksi secara timbal balik dengan orang lain dan membantu mengkonstruksi setting tersebut.
Terkait dengan sistem ini,saya dulunya seorang anak perempuan yang tomboy (meniru gaya laki-laki),hal tersebut karena saya tidak mempunyai saudara laki-laki. Kami 5 bersaudara perempuan semua. Karena itu pula orangtua saya sering membelikan mainan dan bahkan baju atau celana yang seharusnya untuk anak laki-laki. Namun setelah saya menginjak masa pubertas,saya mulai mengubah gaya penampilan saya sedikit lebih feminin dikarenakan teman-teman sekolah saya yang centil-centil.

Mesosistem adalah kaitan antar-mikrosistem. Misalnya, salah satu mesosistem penting adalah hubungan antara sekolah dan keluarga. Dalam sebuah studi terhadap seribu anak kelas delapan (atau setingkat kelas 3 SMP ke awal SMA (Epstein, 1983). murid yang diberi kesempatan lebih banyak untuk berkomunikasi dan mengambil keputusan, entah itu di rumah atau di kelas, menunjukkan inisiatif dan nilai akademik yang lebih baik.
Pada waktu saya duduk di bangku SMP,saya mengalami kesulitan mengajukan pendapat di ruang diskusi bersama teman karena saya merasa minder,saya merasa saya tidak lebih pintar dari mereka. Dan hal tersebut membuat saya tidak bersemangat dalam mengejar prestasi. Tapi sewaktu saya duduk di bangku SMA saya dibantu oleh guru-guru meningkatkan rasa percaya diri dan diberi motivasi yang benar-benar membuat saya berani berargumen. Sehingga membantu saya pula dalam berprestasi baik di bidang akademi maupun kegiatan ekskul.


Eksosistem (exosystem) terjadi ketika pengalaman di setting lain (dimana murid tidak berperan aktif) memengaruhi pengalaman murid dan guru dalam konteks mereka sendiri. Misalnya, ambil contoh dewan sekolah dan dewan pengawas taman di dalam suatu komunitas. Mereka memegangi peran kuat dalam menentukan kualitas sekolah, taman, fasilitas rekreasi, dan perpustakaan. Keputusan mereka bisa membantu atau menghambat perkembangan anak.


Makrosistem adalah kultur yang lebih luas. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak. Kultur adalah konteks terluas di mana murid dan guru tinggal, termasuk nilai dan adat istiadat masyarakat.
Salah satu aspek dari status sosioekonomi murid adalah faktor perkembangan dalam kemiskinan. Kemiskinan dapat memengaruhi perkembangan anak dan merusak kemampuan mereka untuk belajar, meskipun beberapa anak di lingkungan yang miskin sangat ulet.
 Saya termasuk dari siswa yang menerima BSM (sewaktu SMP). Dulu saya pernah hampir berhenti sekolah karena biaya. Kakak saya diterima diperguruan tinggi dan memerlukan biaya awal untuk daftar ulang. Pada saat itu orang tua saya sedang tidak memiliki uang,Almarhum Ayah saya pernah bilang pada saya untuk berhenti dulu sekolah,saya sempat tidak terima dan menangis. Akhirnya Ayah saya kasihan dan tidak tega,jadi ia mengusahakan agar kami tetap sekolah semua.

Kronosistem adalah kondisi soshistoris dari perkembangan anak. Misalnya, murid-murid sekarang ini tumbuh sebagai generasi yang tergolong pertama (Louv, 1990). anak-anak sekarang adalah generasi pertama yang mendapatkan perhatian setiap hari, generasi pertama yang tumbuh di lingkungan elektronik yang dipenuhi oleh komputer dan bentuk media baru, generasi pertama yang tumbuh dalam revolusi seksual, dan generasi pertama yang tumbuh di dalam kota yang semrawut dan tak terpusat, yang tidak lagi jelas batas antara kota, pedesaan atau subkota.
Dulu saya belum mengenal teknologi yang semakin canggih. Pada masa saya di bangku SMP tepatnya kelas 2,itu adalah waktu pertama kali saya memiliki handphone. Pada masa itu juga saya belum mengenal internet. Nah, setelah saya duduk di bangku SMA,saya sudah mengenal internet dan elektronik-elektronik yang semakin canggih sehingga membantu saya dalam belajar serta meningkatkan prestasi belajar.