Kelompok
3
Gigih Mentari 13.010
Zelita Almira Br. Sembiring 13.060
Alia Shinta Dewi 13.094
Putri Nova Sari 13.110
Kisha Dwi Putri 13.140
Teori Ekologi Bronfenbrenner
Teori Ekologi Bronfenbrenner menjelaskan
bahwa perkembangan kanak-kanak dipengaruhi oleh hubungan interaksi antar
lingkungan. Teori ini juga berfokus pada konteks sosial di mana anak tinggal
dan orang-orang yang mempengaruhinya. Urie Bronfenbrenner membagi teori ekologi
ke dalam 5 sisitem lingkungan,yaitu:
1.Mikrosistem
2.Mesosistem
3.Eksosistem
4.Makrosistem
5.Kronosistem
Nah,sekarang
Saya akan membahasnya satu persatu serta mengaitkannya dengan pengalaman hidup
Saya.
Mikrosistem adalah setting dimana individu
menghabiskan banyak waktu. Beberapa konteks dalam sistem ini antara lain adalah
keluarga, teman sebaya, sekolah, dan tetangga. Dalam mikrosistem ini, individu
berinteraksi langsung dengan orang tua, guru, teman seusia, dan orang lain.
Manurut Bronfenbrenner, murid bukan penerima pengalaman secara pasif di dalam
setting ini, tetapi murid adalah orang yang berinteraksi secara timbal balik
dengan orang lain dan membantu mengkonstruksi setting tersebut.
Terkait
dengan sistem ini,saya dulunya seorang anak perempuan yang tomboy (meniru gaya
laki-laki),hal tersebut karena saya tidak mempunyai saudara laki-laki. Kami 5
bersaudara perempuan semua. Karena itu pula orangtua saya sering membelikan
mainan dan bahkan baju atau celana yang seharusnya untuk anak laki-laki. Namun
setelah saya menginjak masa pubertas,saya mulai mengubah gaya penampilan saya
sedikit lebih feminin dikarenakan teman-teman sekolah saya yang centil-centil.
Mesosistem adalah kaitan antar-mikrosistem. Misalnya, salah satu mesosistem penting adalah hubungan antara sekolah dan keluarga. Dalam sebuah studi terhadap seribu anak kelas delapan (atau setingkat kelas 3 SMP ke awal SMA (Epstein, 1983). murid yang diberi kesempatan lebih banyak untuk berkomunikasi dan mengambil keputusan, entah itu di rumah atau di kelas, menunjukkan inisiatif dan nilai akademik yang lebih baik.
Pada
waktu saya duduk di bangku SMP,saya mengalami kesulitan mengajukan pendapat di
ruang diskusi bersama teman karena saya merasa minder,saya merasa saya tidak
lebih pintar dari mereka. Dan hal tersebut membuat saya tidak bersemangat dalam
mengejar prestasi. Tapi sewaktu saya duduk di bangku SMA saya dibantu oleh
guru-guru meningkatkan rasa percaya diri dan diberi motivasi yang benar-benar
membuat saya berani berargumen. Sehingga membantu saya pula dalam berprestasi
baik di bidang akademi maupun kegiatan ekskul.
Eksosistem (exosystem) terjadi ketika pengalaman di setting lain (dimana murid tidak berperan aktif) memengaruhi pengalaman murid dan guru dalam konteks mereka sendiri. Misalnya, ambil contoh dewan sekolah dan dewan pengawas taman di dalam suatu komunitas. Mereka memegangi peran kuat dalam menentukan kualitas sekolah, taman, fasilitas rekreasi, dan perpustakaan. Keputusan mereka bisa membantu atau menghambat perkembangan anak.
Makrosistem adalah kultur yang lebih luas. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak. Kultur adalah konteks terluas di mana murid dan guru tinggal, termasuk nilai dan adat istiadat masyarakat.
Salah
satu aspek dari status sosioekonomi murid adalah faktor perkembangan dalam
kemiskinan. Kemiskinan dapat memengaruhi perkembangan anak dan merusak
kemampuan mereka untuk belajar, meskipun beberapa anak di lingkungan yang
miskin sangat ulet.
Saya termasuk dari siswa yang menerima BSM
(sewaktu SMP). Dulu saya pernah hampir berhenti sekolah karena biaya. Kakak
saya diterima diperguruan tinggi dan memerlukan biaya awal untuk daftar ulang.
Pada saat itu orang tua saya sedang tidak memiliki uang,Almarhum Ayah saya
pernah bilang pada saya untuk berhenti dulu sekolah,saya sempat tidak terima
dan menangis. Akhirnya Ayah saya kasihan dan tidak tega,jadi ia mengusahakan
agar kami tetap sekolah semua.
Kronosistem adalah kondisi soshistoris dari perkembangan anak. Misalnya, murid-murid sekarang ini tumbuh sebagai generasi yang tergolong pertama (Louv, 1990). anak-anak sekarang adalah generasi pertama yang mendapatkan perhatian setiap hari, generasi pertama yang tumbuh di lingkungan elektronik yang dipenuhi oleh komputer dan bentuk media baru, generasi pertama yang tumbuh dalam revolusi seksual, dan generasi pertama yang tumbuh di dalam kota yang semrawut dan tak terpusat, yang tidak lagi jelas batas antara kota, pedesaan atau subkota.
Dulu
saya belum mengenal teknologi yang semakin canggih. Pada masa saya di bangku
SMP tepatnya kelas 2,itu adalah waktu pertama kali saya memiliki handphone.
Pada masa itu juga saya belum mengenal internet. Nah, setelah saya duduk di
bangku SMA,saya sudah mengenal internet dan elektronik-elektronik yang semakin
canggih sehingga membantu saya dalam belajar serta meningkatkan prestasi
belajar.