Nama
: Gigih Mintaria
Nim
: 131301010
“Menganalisa
tokoh yang telah mencapai The Self-Actualization Needs”
Iwan Fals

Iwan Fals adalah salah satu musisi
asal Indonesia. Iwan Fals adalah musisi beraliran balada dan country yang
sangat melegenda sampai sekarang. Lewat lagu yang ia nyanyikan, Iwan Fals
berusaha memotret kondisi masyarakat dan menuangkannya ke dalam syair-syair
lagunya. Baik itu kondisi politik, kondisi sosial ekonomi dan juga pendidikan.
Iwan Fals memiliki penggemar fanatik yang terorganisir
dalam suatu wadah yang disebut Orang Indonesia atau disingkat Oi. Iwan
Fals dilahirkan di Jakarta pada tanggal 3 September 1961. Nama asli Iwan Fals
adalah Virgiawan Listanto. Orang tua Iwan Fals bernama Kolonel Anumerta Sucipto
(ayah) dan Lies (ibu). Iwan Fals adalah tipikal orang yang gampang tersentuh.
Sewaktu masih kecil saat masih berumur beberapa bulan, kata ibunya ia selalu
menangis saat mendengar adzan magrib berkumandang. Jika melihat berita di
televisi yang memberitakan orang yang sukses dan mendapat penghargaan sering ia
merasa terharu dan sampai menangis. Jika ia melihat orangtua yang sangat
mengasihi anaknya maka ia juga menangis terharu melihat itu. Mungkin dari
situlah lagu-lagu yang ia bawakan sering menyentuh.
Iwan Fals menikah dengan Rosana atau sering
dipanggil dengan “Mbak Yos”. Dari pernikahan ini Iwan Fals dianugerahi tiga
orang anak yaitu Galang Rambu Anarki, Annisa Cikal Rambu Bassae dan Raya Rambu
Rabbani. Semenjak
Galang, anak pertamanya meninggal, gaya bermusik Iwan Fals mulai berubah.
Tatanan rambutnya juga dirubah lebih rapi dan dewasa, rambutnya dipotong
pendek, kumis dan jenggot dihilangkan serta bajunya lebih formal. Lagu-lagunya
bukan lagi lagu keras dan liar namun sudah lebih puitis dan dewasa.
Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan
Fals dianugerahi anak ketiga yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran
putranya ini seakan mengobati kerinduannya akan sosok Almarhum Galang.
Iwan Fals dikenal sebagai musisi yang tak lekang
dimakan zaman. Dari dulu hingga sekarang kita masih mengenal dan menikmati
lagu-lagu Iwan Fals baik itu ciptaannya sendiri atau orang lain. Selalu saja
ada yang baru dari karya Iwan Fals. Itulah yang membuat dirinya di Cap sebagai
“Legenda”. Bahkan sekarang ia membintangi sebuah iklan kopi yang mengambil
konsep dari karya ciptanya yang berjudul “Bongkar”.
Pembahasan dengan teori kebutuhan Abraham Maslow
Maslow menggambarkan beberapa karakteristik dari
kebutuhan,yaitu :
§ Physiological Needs
Kebutuhan
yang paling mendasar dan penting bagi manusia yang berguna untuk kelangsungan
hidup.
§ Safety Needs
Maslow percaya bahwa
yang paling penting pada neurotic orang dewasa adalah kebutuhan akan rasa aman
.
§ Belongingness and Love Needs
Belongliness
and love needs dapat ditampilkan dengan berhubungan
dekat dengan teman, pacar, pasangan suami dan istri ,ataupun hubungan sosial
dalam sebuah kelompok.
§ Esteem Needs
Manusia membutuhkan
penghargaan dan penghormatan dari orang di sekelilingnya, seperti rasa harga
diri ataupun pengakuan sosial.
§ The Self-Actualization Needs
Kebutuhan untuk
mengaktualisasikan diri merupakan pemaksimalan kemampuan diri dan mencapai
perkembangan kepribadian secara penuh, dengan syarat :
1. Tidak ada kendala dari lingkungan ataupun diri
sendiri.
2. Tidak terganggu oleh kebutuhan lain yang berada
di bawah.
3. Memiliki self-image
yang baik dan menyukai serta disukai oleh orang lain.
4. Sadar akan kelebihan dan kekurangan diri.
Pengaplikasiannya terhadap kehidupan Iwan Fals
§ Physiological Needs
Makan,minum,istirahat,serta
seks.
§ Safety Needs
Adanya perlindungan dan kasih
saying dari orang tuanya.
§ Belongingness and Love Needs
Pernikahannya dengan Yos sehingga
mendapatkan 3 orang anak.
§ Esteem Needs
Banyaknya penghargaan yang ia
terima dalam industry musik,dan munculnya label untuknya sebagai “musisi legendaris
Indonesia”.
§ The Self-Actualization Needs
Menciptakan segudang lagu-lagu yang
terinspirasi dari kehidupan pribadinya serta lingkungan sosialnya seperti
kondisi politik,ekonomi,serta pendidikan.
Karakteristik dalam Actualizer
o
An
efficient perception of reality : Iwan Fals
menciptakan lagu melihat kehidupan pribadinya dan lingkungannya yang obyektif.
o
An
acceptance of themselves,others,&
nature : tetap berkarya setelah anak pertamanya meninggal
dan bahkan lebih baik.
o
A
spontaneity,simplicity,& naturalness : menciptakan
lagu-lagu mengenai politik dengan maksud perwakilan penyampaian isi hati.
o
A
focus an problem outside themselves : ia menciptakan lagu
semata-mata bukan hanya untuk keuntungan pribadi,melainkan sebagai bentuk
ekspresidiri atau peluapan emosi.
o
A
sense of detachment and the need for privacy : ketika
kematian anak sulungnya,ia sempat vakum beberapa tahun dalam dunia music.
o
A
freshness of appreciation : ia menciptakan lagu tentang
tanah airnya yang mulai rusak karena ulah manusia.
o
Mystical
or peak experience : menangis ketika mendengar seruan
Adzan.
o
Social
Interest Maslow : mudah menangis ketika melihat orang
tua yang benar-benar mengasihi anaknya.
o
Profound
Interpersonal Relations : memilih almarhum Franky Sahilatua
sebagai teman duet dalam bernyanyi.
o
A
democratic character structure : senang ketika
diajari seorang pramugari membenahi stem gitarnya.
o
Creativeness
: pernah menciptakan lagu yang menyindir politikus dan di interogasi mengenai
hal tersebut.
o
Resistance
to enculturation : meluapkan segala kekesalannya
terhadap politik melalui syair-syair karyanya.