Lokasi Observasi :
Perguruan As-Syafi’yah Internasional
Kelompok 3 :
EVALUASI
KEGIATAN
A. Pengertian
Evaluasi kegiatan
adalah suatu usaha untuk mengukur dan memberikan nilai secara objektif atas
pencapaian hasil-hasil pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya.
Evaluasi selalu berupaya untuk mempertanyakan efektivitas dan efisiensi
pelaksanaan dari suatu rencana. Disamping itu evaluasi juga mengukur
hasil-hasil pelaksanaan secara objektif dengan ukuran yang dapat diterima oleh
seluruh pihak yang terlibat.
B. Tujuan
Evaluasi
Tujuan evaluasi dari
suatu kegiatan adalah untuk mengetahui dengan pasti apakah pencapaian hasil,
kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan kegiatan dapat dinilai dan
dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan di masa yang akan datang. Fokus
utama evaluasi ini adalah lebih diarahkan kepada hasil, manfaat dan dampak dari
program.
C.Lingkup Evaluasi
1. Evaluasi
Pada Tahap Perencanaan (ex-ante)
Pada tahap ini kami melakukan beberapa
hal yaitu:
ü pemilihan ketua kelompok
ü pembagian tugas pada setiap anggota
ü menentukan
sekolah yang akan di observasi
ü menentukan jadwal observasi
ü mengurus surat izin observasi
ü menentukan reward untuk murid serta
tanda terimakasih untuk pihak sekolah
ü menentukan wakil kelompok (2 orang)
untuk memberikan surat pada kepala sekolah untuk
mendapatkan izin observasi sekolah
Faktor yang mendukung
:
ü setiap anggota dalam kelompok sangat
kooperatif, bisa bekerja sama dengan baik
ü setiap anggota dalam kelompok mau
memberikan pendapat dalam setiap diskusi
Faktor yang menghambat
:
ü sulit menentukan jadwal untuk
mendiskusikan tugas dan beberapa hal lainnya (menentukan reward untuk murid,
tanda terimakasih untuk pihak sekolah, alat dokumentasi yang digunakan) karena
ada anggota yang berlainan jadwal kuliah
2. Evaluasi
Pada Tahap Pelaksanaan (on
going)
Pada tahap ini kami melakukan beberapa
hal yaitu :
ü persiapan di kampus
ü penyediaan reward
ü proses menuju lokasi observasi
ü proses melakukan observasi di kelas
ü memberi rewarad pada murid
ü proses dokumentasi
ü wawancara dengan salah satu murid dan
guru
ü memberikan tanda terimakasih pada
pihak sekolah dan izin meninggalkan lokasi observasi
ü kembali ke kampus
Faktor yang mendukung
:
ü pihak sekolah memberikan izin dan
menerima dengan baik
ü ada anggota kelompok lain yang
bersedia meminjamkan alat dokumentasi
ü lokasi cukup mudah dijangkau
ü murid dan guru bersedia di wawancara
Faktor yang menghambat
:
ü proses wawancara bersama salah murid
bernama Vanny Nurul menghasilkan video yang kurang bagus, suara narasumber dan
pewawancara hampir tidak terdengar.
3. Evaluasi
Pada Tahap Pasca Pelaksanaan (ex
post)
Pada tahap ini meliputi :
ü membuat hasil observasi
ü melakukan evaluasi
4. Pelaksanaan
Evaluasi
Pelaksanaan tahap ini meliputi :
ü diskusi
ü membuat hasil evaluasi
Faktor yang mendukung
:
ü setiap anggota kelompok berperan dalam
pengerjaan tugas
Faktor menghambat
:
ü penyelesaian hasil evaluasi bersamaan
dengan pelaksanaan UTS
EVALUASI HASIL
OBSERVASI
1. Teori Erickson
Tahap Identitas
vs Kebingungan Identitas
Semangat
anak dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan adalah sangat
antusias. Terutama siswa laki-laki. Walaupun siswa laki-laki lebih sedikit
daripada perempuan tapi mereka lebih aktif.
2. Teori Kohlberg
Conventional
Reasoning
Tingkah laku
siswa-siswa SMA As-Syafi’yah Internasional Medan sangat baik. Mereka mematuhi
peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh para guru dan pihak
sekolah. Hanya saja siswa laki-laki lebih ribut dan membuat kelas sedikit tidak
kondusif.
3. Pengaruh
Classical Conditioning
Pada saat pendidik
memberi pertanyaan (stimulus) siswa memjawab (respon) pertanyaan dengan tertib
dan sesuai prosedur.
4. Pengaruh Operant
Conditioning
Pada saat kuis, pendidik
memberikan reward kepada 5 siswa yang dapat mengerjakan soal paling cepat dengan
memberikan tanda tangannya.
KESIMPULAN HASIL OBSERVASI
• Sekolah
As-Syafi’yah Internasional Medan pada jenjang SMA memiliki 9 kelas dimana
setiap tingkatan memiliki 3 kelas.
• Guru yang mengajar
di kelas memiliki kemampuan dalam menguasai materi, memanajemen kelas,
berkomunikasi dengan murid serta memberikan motivasi bagi murid.
• Kelas tersebut
menggunakan teacher-centered karena guru lebih mengambil peran dalam kelas dan
guru lebih banyak menjelaskan kepada siswa. Dan murid belajar dengan baik.
Karena mereka memperhatikan dengan baik bagaimana cara guru memberikan
contoh-contoh soal.
• Guru juga bersikap
tegas saat mengajar namun mampu membuat murid di kelas tidak merasa tegang.
Guru dapat membuat suasana di kelas serius namun menyenangkan untuk belajar.
• Pada kelas X-B
terdapat 39 murid (15 murid laki-laki dan 14 murid perempuan)
• Murid laki-laki
lebih aktif di kelas dibandingkan dengan murid perempuan.
• Tingkah laku murid
pada saat guru menyampaikan materi cenderung memperhatikan meskipun ada
beberapa anak laki-laki yang tidak.
• Dalam kelas
tersebut ada 2 anak yang sangat menonjol (aktif) ketika guru memberi
pertanyaan, murid tsb. segera menjawab.
• Keadaan kelas X-B
nyaman dan cukup bersih.
• Teknologi yang
digunakan guru untuk mengajar berupa slide yang ditampilkan melalui infocus
Slide observasi from kkishia8