Senin, 29 Desember 2014

hal mengesankan dari ayah dan ibu



Hal yang paling mengesankan tentang Ayah dan Ibu
         

Oleh : Gigih Mentari
                                                


Saya pribadi menganggap apapun yang Saya lakukan bersama Ayah dan Ibu Saya merupakan hal-hal yang sangat mengesankan. Mulai dari hal-hal kecil seperti makan bersama,diberi hadiah ketika mendapat rangking kelas,hadiah ulang tahun,liburan,itu semua adalah hal yang sangat mengesankan menurut Saya. Tapi dari hal itu semua pasti ada peristiwa yang benar-benar membuat Saya terkesan dan tidak akan pernah terlupakan.
Jika saya kupas dari pengalaman pahit yang pernah keluarga Saya alami selama 4 tahun,Saya merasa sedikit membenci Ayah Saya sendiri. Karena Ayah Saya tega mengkhianati kesetiaan Ibu Saya yang sudah 20 tahun lebih mendampingi hidupnya. Masih Saya ingat betul,sewaktu itu Saya masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Pada saat itulah Saya mengetahui bahwa Ayah Saya menjalin hubungan dengan wanita lain,wanita tersebut seorang janda beranak satu. Sungguh tidak terbayangkan sakit dan kecewa yang kami rasakan pada waktu itu. Selama 4 tahun itulah Saya melihat bahwa Ibu saya adalah seorang malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk Kami. Begitu kuatnya Ibu Saya menahan rasa sakit yang dirasakannya. Ia harus menyembunyikan segala rasa kecewanya. Ia lakukan itu semua semata-mata demi kami anak-anaknya.
Waktupun bergulir,hari demi hari kami lalui pahitnya kehidupan. Hingga akhirnya,mungkin Ibu Saya sudah lelah akan semua sakit yang dirasaknnya,Ibu Saya pernah meminta Ayah Saya untuk menceraikannya dan meninggalkan kami semua. Tapi Ayah Saya menolak,bahkan Ayah Saya mengatakan bahwa Ayah Saya tidak akan pernah meninggalkan kami keluarganya. Lantas kenapa Ayah harus menyakitik perasaan Ibu? Kenapa Ayah harus menggoreskan luka di hati Ibu dan Kami? Sampai sekarang kami tidak pernah tahu apa alasan Ayah melakukan itu. Namun,pada saat-saat pahit itulah Saya merasa sangat dan amat terkesan dengan apa yang dilakukan Ibu Saya. Saya merasa Ibu Saya adalah seorang wanita hebat yang sangat luar biasa. Disatu sisi Ia harus menahan rasa sakit dan kecewa yang mendalam,dsisi lain Ia harus meyakinkan kami bahwa itu semua hanyalah cobaan dari Tuhan,dan kami tidak boleh membenci Ayah kami,biar bagaimanapun Ayah kami tetap Ayah kami. YaAllah..adakah wanita lain yang sehebat Ibu Saya ini?? I love you my mom :’(
Dan hal yang sedikit membuat kami terobati adalah sikap Ayah Saya yang selalu berusaha semaksimal mungkin untuk selalu ada untuk kami,berusaha membahagiakan kami. Meskipun Ia secara sadar telah melakukan kesalahan yang benar-benar  sulit untuk kami terima,Ayah tetap menomorsatukan kami.
Singkat cerita kami benar-benar sudah ikhlas dan berserah diri kepada Allah SWT,kami sekeluarga berharap ada jalan terbaik yang akan kami temukan. Kami yakin ada hikmah di balik itu semua. Ibu Saya selalu mengatakan bahwa yang kami alami pada saat itu adalah hanya ujian dari Tuhan untuk kami menggapai kebahagiaan. Setiap mendengar kata-kata tangguh Ibu Saya,kami selalu tersentak menangis bangga memiliki Ibu sepertinya.
Dan akhirnya lagi-lagi Allah memberi kami cobaan yang benar-benar membuat kami terpukul. Allah memanggil Ayah Saya untuk menghadap kepadanya. Pada saat itu Ayah sedang kerja mengemudi mobil tangki minyak. Ayah mengalami kecelakaan pada malam hari. Mobil tangki yang Ayah kendarai itu masuk jurang dan menyebabkan Ayah meninggal dunia. Pada saat itu saya masih duduk di bangku kelas 2 SMA,dan adik Saya masi kecil-kecil. Tapi lagi-lagi Saya tetap percaya akan rencana indah Tuhan kepada keluarga Saya.
Mengingat akan kesalahan Ayah Saya yang pernah mengkhianati kesetian Ibu Saya,Saya sempat berfikir tidak ada sedikitpun hal-hal yang mengesankan yang bisa saya kenang bersama Ayah Saya. Namun hati Saya tidak bisa Saya bohongi bahwa ada banyak momen yang benar-benar membuat Saya tidak akan pernah bisa membenci Ayah Saya. Dulunya,sebelum Ayah Saya menjalin hubungan dengan wanita lain,Ayah Saya adalah seorang Ayah yang sangat menyenangkan. Saya sering mancing bersama Ayah Saya,berpetualang ke rawah-rawah mencari belut dan penyu,karaokean lagu-lagu jaman dulu yang sampai sekarang membuat Saya suka sekali menyanyi. Dan perlu diketahui,bahwa Saya sangat mengidolakan suara Ayah Saya. Namun dari sekian banyak kenangan tersebut,ada hal yang benar-benar membuat Saya sampai sekarang merasa sangat terkesan jika mengingatnya,hal itu adalah ketika Saya duduk di bangku kelas 3 SMP. Pada saat itu Saya akan menghadapi ujian akhir semester. Saya menunggu angkot tetapi tidak muncul juga. Akhirnya Saya putuskan untuk menelepon Ibu Saya untuk mengantar Saya ke sekolah,tapi ternyata yeng menjawab teleponnya adalah Ayah Saya. Ayah Saya malah marah karena menganggap Saya tidak disiplin hingga akhirnya tidak dapat angkot. Tapi meskipun marah,Ayah Saya tetap menyusul Saya ke simpang rumah Saya dan mengantarkan Saya. Sepanjang jalan Saya merasa takut dimarahi namun sedikit senang. Sampai di sekolah Saya langsung turun dan menuju gerbang. Tapi Ayah Saya memanggil Saya dan berkata,”loh,gak di salam bapaknya??” jujur pada saat itu Saya benar-benar merasa gerogi tidak karuan karena baru pertama kali itulah Saya diantar Ayah Saya ke sekolah setelah SD di kelas 1 hari pertama sekolah. Dan ternyata,hari itu pulalah menjadi terakhir kalinya Saya diantar Ayah Saya kesekolah.  Jujur,Saya sedikit merasa iri dengan teman-teman Saya yang selalu di antar jemput oleh Ayahnya. Namun tak pernah sedikitpun Saya menyesali atas segala apa yang Saya alami. Karena Saya sadar betul,bahwa kasih sayang Ayah Saya terhadap kami anak-anaknya sudah cukup luar biasa dan sangat mendidik dengan segala kedisiplinannya. Saya selalu merasa bersyukur telah terlahir dan tumbuh dewasa dengan tangan hebat Ayah dan Ibu yang sangat luar biasa bagi Saya. Segala cobaan yang Saya alami bersama kelurga Saya,tidak menjadi halangan untuk kami selalu bersyukur dan berdoa kepada sang maha pencipta. Karena kami yakin dan akan tetap yakin  bahwa apapun yang kita alami akan ada hikmah dan masa indahnya. Kami tahu,Allah tidak akan pernah memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya. Yang terpenting kita harus tetap sabar,ikhlas,dan selalu bertaqwa.

Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar