Minggu, 04 Januari 2015

IWAN FALS, salah satu musisi legendaris yang telah mencapai The Self-Actualization Needs (tugas kuliah)



Nama      : Gigih Mintaria
Nim         : 131301010
“Menganalisa tokoh yang telah mencapai The Self-Actualization Needs”
Iwan  Fals
Iwan_Fals.jpeg
Iwan Fals adalah salah satu musisi asal Indonesia. Iwan Fals adalah musisi beraliran balada dan country yang sangat melegenda sampai sekarang. Lewat lagu yang ia nyanyikan, Iwan Fals berusaha memotret kondisi masyarakat dan menuangkannya ke dalam syair-syair lagunya. Baik itu kondisi politik, kondisi sosial ekonomi dan juga pendidikan.

 Iwan Fals memiliki penggemar fanatik yang terorganisir dalam suatu wadah yang disebut Orang Indonesia atau disingkat Oi. Iwan Fals dilahirkan di Jakarta pada tanggal 3 September 1961. Nama asli Iwan Fals adalah Virgiawan Listanto. Orang tua Iwan Fals bernama Kolonel Anumerta Sucipto (ayah) dan Lies (ibu). Iwan Fals adalah tipikal orang yang gampang tersentuh. Sewaktu masih kecil saat masih berumur beberapa bulan, kata ibunya ia selalu menangis saat mendengar adzan magrib berkumandang. Jika melihat berita di televisi yang memberitakan orang yang sukses dan mendapat penghargaan sering ia merasa terharu dan sampai menangis. Jika ia melihat orangtua yang sangat mengasihi anaknya maka ia juga menangis terharu melihat itu. Mungkin dari situlah lagu-lagu yang ia bawakan sering menyentuh.

Iwan Fals menikah dengan Rosana atau sering dipanggil dengan “Mbak Yos”. Dari pernikahan ini Iwan Fals dianugerahi tiga orang anak yaitu Galang Rambu Anarki, Annisa Cikal Rambu Bassae dan Raya Rambu Rabbani. Semenjak Galang, anak pertamanya meninggal, gaya bermusik Iwan Fals mulai berubah. Tatanan rambutnya juga dirubah lebih rapi dan dewasa, rambutnya dipotong pendek, kumis dan jenggot dihilangkan serta bajunya lebih formal. Lagu-lagunya bukan lagi lagu keras dan liar namun sudah lebih puitis dan dewasa.
Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugerahi anak ketiga yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putranya ini seakan mengobati kerinduannya akan sosok Almarhum Galang.
Iwan Fals dikenal sebagai musisi yang tak lekang dimakan zaman. Dari dulu hingga sekarang kita masih mengenal dan menikmati lagu-lagu Iwan Fals baik itu ciptaannya sendiri atau orang lain. Selalu saja ada yang baru dari karya Iwan Fals. Itulah yang membuat dirinya di Cap sebagai “Legenda”. Bahkan sekarang ia membintangi sebuah iklan kopi yang mengambil konsep dari karya ciptanya yang berjudul “Bongkar”.
Pembahasan dengan teori kebutuhan  Abraham Maslow
Maslow menggambarkan beberapa karakteristik dari kebutuhan,yaitu :
§  Physiological Needs
            Kebutuhan yang paling mendasar dan penting bagi manusia yang berguna untuk kelangsungan hidup.
§  Safety Needs
Maslow percaya bahwa yang paling penting pada neurotic orang dewasa adalah kebutuhan akan rasa aman .
§  Belongingness and Love Needs
Belongliness and love needs dapat ditampilkan dengan berhubungan dekat dengan teman, pacar, pasangan suami dan istri ,ataupun hubungan sosial dalam  sebuah  kelompok.
§  Esteem Needs
Manusia membutuhkan penghargaan dan penghormatan dari orang di sekelilingnya, seperti rasa harga diri ataupun pengakuan sosial.
§  The Self-Actualization Needs
Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri merupakan pemaksimalan kemampuan diri dan mencapai perkembangan kepribadian secara penuh, dengan syarat :
1. Tidak ada kendala dari lingkungan ataupun diri sendiri.
2. Tidak terganggu oleh kebutuhan lain yang berada di bawah.
3. Memiliki self-image yang baik dan menyukai serta disukai oleh orang lain.
4. Sadar akan kelebihan dan kekurangan diri.

Pengaplikasiannya terhadap kehidupan Iwan Fals
§  Physiological Needs
Makan,minum,istirahat,serta seks.
§  Safety Needs
Adanya perlindungan dan kasih saying dari orang tuanya.

§  Belongingness and Love Needs
Pernikahannya dengan Yos sehingga mendapatkan 3 orang anak.

§  Esteem Needs
Banyaknya penghargaan yang ia terima dalam industry musik,dan munculnya label untuknya sebagai “musisi legendaris Indonesia”.

§  The Self-Actualization Needs
Menciptakan segudang lagu-lagu yang terinspirasi dari kehidupan pribadinya serta lingkungan sosialnya seperti kondisi politik,ekonomi,serta pendidikan.

Karakteristik dalam Actualizer
o   An efficient perception of reality : Iwan Fals menciptakan lagu melihat kehidupan pribadinya dan lingkungannya yang obyektif.
o   An acceptance of  themselves,others,& nature : tetap berkarya setelah anak pertamanya meninggal dan bahkan lebih baik.
o   A spontaneity,simplicity,& naturalness : menciptakan lagu-lagu mengenai politik dengan maksud perwakilan penyampaian isi hati.
o   A focus an problem outside themselves : ia menciptakan lagu semata-mata bukan hanya untuk keuntungan pribadi,melainkan sebagai bentuk ekspresidiri atau peluapan emosi.
o   A sense of detachment and the need for privacy : ketika kematian anak sulungnya,ia sempat vakum beberapa tahun dalam dunia music.
o   A freshness of appreciation : ia menciptakan lagu tentang tanah airnya yang mulai rusak karena ulah manusia.
o   Mystical or peak experience : menangis ketika mendengar seruan Adzan.
o   Social Interest Maslow : mudah menangis ketika melihat orang tua yang benar-benar mengasihi anaknya.
o   Profound Interpersonal Relations : memilih almarhum Franky Sahilatua sebagai teman duet dalam bernyanyi.
o   A democratic character structure : senang ketika diajari seorang pramugari membenahi stem gitarnya.
o   Creativeness : pernah menciptakan lagu yang menyindir politikus dan di interogasi mengenai hal tersebut.
o   Resistance to enculturation : meluapkan segala kekesalannya terhadap politik melalui syair-syair karyanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar